Batuk

Hampir semua orang pernah mengalami batuk. Mulai dari bayi hingga orang tua pasti pernah batuk, mulai batuk yang ringan hingga batuk yang berat dan lama. Sebenarnya, batuk adalah cara dari tubuh untuk mempertahankan dirinya dari benda-benda asing dari luar tubuh yang mungkin dapat membahayakan dan menimbulkan penyakit bagi tubuh itu sendiri. Oleh karena itu, sebenarnya reflek batuk sangat diperlukan agar kuman-kuman dan debu-debu yang ada di lingkungan tidak bisa masuk ke dalam paru-paru kita.

 SC_coughing-19-01-07Batuk sendiri sebenarnya bukan suatu penyakit, tetapi bisa jadi merupakan gejala dari suatu penyakit tertentu yang bisa jadi merupakan suatu penyakit yang serius. Karena itu, batuk sebaiknya tidak diremehkan.

Lalu, apa saja penyakit yang bisa menimbulkan gejala berupa batuk? Jawabannya banyak dan beraneka ragam. Batuk yang ringan dan cepat hilang pada umumnya disebabkan oleh adanya debu atau kotoran yang masuk ke saluran pernapasan kemudian tubuh berusaha mengeluarkan kotoran itu dengan membatukkannya. Batuk seperti ini sering terjadi pada saat kita berada di jalan raya yang banyak asap kendaraannya atau berada di tengah-tengah ruangan dengan banyak asap rokok, dll. Sedangkan batuk yang lain pada umumnya terjadi ketika kita terkena flu. Batuk yang berbuyi grok-grok atau batuk atau biasa disebut batuk berdahak biasanya terjadi karena ada infeksi di saluran napas. Apabila dahak yang dikeluarkan berwarna putih kehijauan kental, biasanya perlu antibiotik untuk mengobatinya. Sedangkan batuk yang terjadi akibat alergi debua, asap, dll yang telah disebutkan di atas biasanya tanpa dahak dan biasa disebut batuk kering atau batuk tidak berdahak, tidak memrlukan antibiotik. Biasanya hanya diberikan obat untuk menekan batuk (antitusif) agar tidak batuk-batuk terus sehingga tidak terjadi iritasi di tenggorokan.

scanned_batukBatuk pada umumnya hanya terjadi akibat alergi atau infeksi yang ringan. Tetapi, mengingat tingginya angka pasien TBC di Indonesia, maka batuk-batuk yang lama lebih dari 2 minggu sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah batuk tersebut akibat kuman TBC atau bukan. Selain TBC, batuk-batuk yang lama mungkin juga disebabkan oleh penyakit di luar saluran napas, seperti penyakit jantung, atau kelainan pada saluran cerna, yang dalam bahasa medis disebut sebagai gastro-esophageal refleks di mana makanan yang sudah ditelan kembali naik ke atas oleh karena adanya kelainan anatomis dari lambung sehingga isi lambung naik ke atas dan merangsang timbulnya batuk.

Oleh karena banyaknya penyebab dari batuk, maka tidak ada alasan untuk kita meremehkan batuk. Apalagi bila batuk sudah lebih dari 2 minggu, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter dan medical check up agar bila ternyata ada penyakit yang serius di balik betuk tersebut pengobatannya bisa segera dimulai. Yang bisa dilakukan untuk mengurangi batuk adalah menjauhi makanan-makanan yang digoreng dengan minyak jelantah, cokelat, makanan pedas, stop rokok, dan memakai masker bila sedang berjalan atau naik motor di jalan raya. Meskipun batuk biasanya bukan karena suatu penyakit yang serius, tetapi batuk bisa jadi sangat mengganggu aktivitas.

cough

Tinggalkan komentar

Emailmu tidak akan pernah dipublikasi. Bagian yang wajib ditandai dengan *

*
*